azxs

Kakek Kristen Ini 50 Tahun Ajarkan Alquran dan Cara Menghapalnya. Jadi Viral Dunia…

Posted on

Inilah yang dilakukan Ayaad Shaker Hanna di Kota Minya, Mesir. Kisahnya kemudian jadi viral dunia. Setiap hari, penganut Kristen Koptik itu mengajar Alquran kepada anak-anak di rumahnya. Hal itu dilakukannya sejak 50 tahun lalu.

Kakek ini telah mempelajari Alquran sejak duduk di bangku SMP atas dorongan ayahnya. Saat itulah Ayaad berpikir, “Kenapa kita tidak mempelajari dan menerapkan keduanya? Tidak ada yang salah dengan itu,” seperti dilansir detik.com dari Cairoscene, Jumat (23/12/2016).

azxs

Disebutkan, Ayaad mulai mengajarkan Alquran sejak tahun 1948. Saat itu seorang anak kecil di Minya datang sambil membawa Alquran. Namun bocah tersebut tidak bisa memahaminya dan meminta Ayaad untuk mengajarkannya.

Akhirnya sejak saat itu, Ayaad pun mulai mengajari Alquran baik dari bahasa, konsep, cara menghafal dan cara membaca Alquran pada anak-anak. Ayaad mengatakan, waktu itu tidak banyak orang yang tinggal di Minya, Mesir Utara.

Hubungan antara warga yang beragama Muslim maupun Kristiani pun terjalin dengan harmonis. Sama sekali tak ada isu perbedaan di desa itu. Bahkan salah satu muridnya, adalah anak-anak perempuan dari seorang cendekiawan Islam Ahmed El Gergawy, yang ditunjuk sebagai imam di desa tempatnya tinggal.

Awalnya El Gergawy enggan dan ragu-ragu mempercayakan anaknya belajar Alquran pada Ayaad. Namun seiring berjalannya waktu, anak perempuan El Gergawy berhasil menghafal Alquran.

Atas keberhasilan Ayaad itu, El Gergawy membawakan salinan Alquran dari Makkah sebagai ucapan terima kasih. Hingga saat ini, setiap hari puluhan murid-murid akan berkumpul di rumah Ayaad untuk belajar Alquran.

Dia dikenal sebagai guru besar atas pengabadiannya mengajar di desa tempatnya tinggal. Sebagai seorang Kristen Koptik, Ayaad juga mengajar Alkitab bagi anak-anak Nasrani di desanya. Tentu, mengajar Alquran dan Alkitab dilakukannya pada kesempatan terpisah.

“Saya memiliki lebih dari 120 anak-anak di kelas saya: 70 sampai 80 Muslim, dan 30 sampai 40 orang Kristen. Kami telah tinggal di sini dengan cinta,” katanya. “Saya dibayar sekitar satu dolar, tapi saya lebih suka dibayar satu dolar dengan cinta daripada 100 dolar dengan amarah,” lanjutnya.

Dia mengaku para guru dan keluarga menyetujui jika dirinya mengajarkan kedua agama tersebut kepada anak-anak muridnya. “Para guru di sekolah dan keluarga menyetujui. Aku telah mengajarkan mereka semua sejak bertahun-tahun yang lalu tanpa penolakan,” tambahnya.

Ayaad pun juga merasa sedih dan prihatin atas kekerasan sektarian yang mengatasnamakan agama di Mesir akhir-akhir ini. Menurutnya, umat Islam dan Kristen sudah lama hidup dengan berdampingan di Mesir. Konflik yang memecah belah kedua umat agama itu disebutnya sebagai hal jahat yang muncul tiba-tiba di antara keduanya.

“Kami tidak pernah melabel satu sama lain itu sebagai Muslim atau Kristen. Kita semua adalah satu dan tidak ada perbedaan,” tegasnya. Kisah Ayaad jadi perhatian. Banyak orang menyebarkan cerita inspiratifnya. Berbagai media mainstream internasional juga sudah meliput kisah hidupnya. (sumber: cairoscene/bbc/detik.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *